Aku Bosan Dengan Mataku
Suatu hari kudapati kedua belah mataku mengucurkan airmata, aku gak tau kenapa ? dan aku mesti bagaimana ?. kubiarkan saja begitu, mungkin bosan dengan carut-marut kotaku.
Tiap hari ku ajak mataku jalan-jalan menelusuri setapak kota, kuperlihatkan dia pada hingar-bingar pagi. Dimana para pemuda sudah ngantor diwarung kopi, pak polisi yang sedang mematung disudut jalanpun, tak luput untuk kuperlihatkan.
Siang hari mata kiriku merengek mengajak pergi, ku iyakan saja.kukayuh sepeda tuaku dan berhenti disebuah kafe, memang tak remang, tak ada yang mesum, tapi tiba-tiba kedua mataku tertawa terbahak-bahak, ternyata setelah kucari dan lalu kudapati pemuda yang sedang berdempet mesra dengan lelaki.
Otakku berputar,pusinnnnggggggggg
Aneh, ini kota kecil bagaimana bisa begitu, apalagi disana ?
Diranah metropolitan !
Aku duduk dimeja 13, sial. Angka kebalikan punyanya caleg anak capres.
Kupesan jus alpukat,tanpa gula,maklum gara-gara bapaknya caleg 13 kebalik, harga-harga pada naik. Jus alpukat, sungguh terlalu segar untuk musim paceklik. Kutuang jus itu dalam perutku, habis.
Kubayar dan berlalu pergi.
Hari ini aku kuliah, kedua mata yang masih mengantuk, kupaksakan kuajak, kujanjikan dapat melihat jalan-jalan yang dipenuhi manusia narsis.
Tiba dikampus sudah kudapati seorang dosen pengajar, dengan segan ku ucapkan “maaf pak terlambat”,
Si dosenpun menyahut “ iya”,
Mata kananku yang sedari tadi diam tiba-tiba menangis, akupun sejenak terpaku, dan baru kusadari mengapa ?
Dosen yang nota bene seorang pemimpin bagi kawula alit yang haus akan ilmu. Begitu noraknya, merokok,membakar uang dalam ruang,sungguh !!
Aku bosan, aku malu, aku putuskan untuk pergi.
Tapi entah kenapa mata kiriku cekikikan.
Kuselusuri jalanan berdebu, kuperlihatkan kedua mataku pada pohon-pohon yang penuh sesak dengan gambar artis dadakan, yang dibawahnya tertulis ‘coblos aku’
Malampun merajai, selaksa mentari enyah, aku terpaku di tengah jalan, kedua mataku tertunduk lesu, mungkin capek. Kuajak saja dia nge-teh, dijalan yang sudah uzur tapi tetap saja disebut baru. Kutengok kanan-kiriku semua adam, hanya aku dan penjual itu yang hawa, tapi beda !!
Beda?
Kenapa?
Lama baru kuingat, harga kopi disini bukan 1000 perak untuk para adam, melainkan Rp.260.000,00,-
Dengan rincian :
Rp.1000,00,- kopi
RP.250.00,00,- layanan plus-plus
Usaha yang potensial untuk merusak moral, paslah untuk harga segitu.
Tiba-tiba !
AAhhhhhhhhhhhhhh
Mataku sakit, oh Tuhan tolonglah hambaMU, kenapa kedua mataku,
Kuberlari, kuambil bilah bambu dan kucongkel mata kiriku
Aku tak sanggup jika menahan perih ini, aku teriak! darah segar menetes ringan, aku congkel mata kananku, darah yang tadinya menetes kini mengucur deras membasahi tubuhku, kuberlari.
Biarlah menjadi nanah, biarlah sekalian kubuta, aku bosan dengan mataku, hanya merengek dan menangis
Biar tetap menjadi gelap, dari pada melihat hitam berbalut putih.
Kuberlari dan terus berlari…………………
Tiba-tiba langkahku terhenti, ribuan mata seakan menahanku, terus kuberlari tapi jutaan mata memaksaku berhenti
Aahhhhhhhhh……………
TUHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN
kupinta dalam setiap sujudku, jauhkan aku dari angkaraMU, aku manusia biasa tak luput dari nista, sudahlah ! mata ini kukembalikan kepadaMU.
Aku bosan melihat fana !
Jutaan mata itupun, enyah, aku berlari membawa duka lara, dan menghilang dibalik malam, bersembunyi dibawah kulitku sendiri.




hiyyy ngeri pisan bacanya
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 2:14 am
@Potter.Web.ID, kenapa ngeri mbak?
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 3:11 am
@dafh, ini hanyalah gambaran kebosanan melihat semua ini
[Reply]
Dangstars Reply:
November 15th, 2009 at 2:13 pm
@dafh, mas Dafhy,,
bukan type pembosan kan…?
dafhy Reply:
November 15th, 2009 at 2:16 pm
@dangtars, saya bukan type pembosan kok mas :-_)
Dangstars Reply:
November 15th, 2009 at 2:23 pm
@dafh,
Good..
Mas
Apalagi nengok cewek yah…
Wakkkaaakkkk
merem wae Dafh! wkwkwk
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 3:10 am
@Andy MSE, lha kalau jalan bagimana pak?
[Reply]
Dangstars Reply:
November 15th, 2009 at 2:21 pm
@dafh, Kalo eneng wedok cantik,,nyesel dong kalo merem.
He..he.he
[Reply]
dafh Reply:
November 16th, 2009 at 10:56 am
@Dangstars, iya mas, kan lumayan untuk cuci mata
Pinjam mata temen saja mas.. kalau bosen dengan mata sendiri…
wkwkwkw!
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 3:39 am
@Demalung Java, wah kalau boleh bisa ini mas
[Reply]
weleh ini cerita JB samping kosmu tho?
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:33 pm
@dany, inggih mas dany
[Reply]
@Demalung Java bisa ya mas minjem matanya temen sampean?
[Reply]
waaa… napa jadi skeptis ginih?
mata itu kan anugrah yg mustinya harus disyukuri. kalo lelah dengan semua yg dilihat, ya sikapi dengan banyak2 menundukkan pandangan. Bayangkan kalo mata kita betul2 diambil, alangkah gelapnya dunia ini. dan sepertinya akan semakin sedikit pula yg bisa kita lakukan di masyarakat.
ati2 loh, perkataan itu adalah doa. sayah ada postingan ttg ini koq. *promosi lagih :P
bdw salam kenal yah, makasih sudah berkunjung di tempatku :)
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:18 pm
@iLLa, ini hanyalah ungkapan kok mbak
ungkapan tentang semrawutnya kehidupan zaman sekarang. mohon maaf jika tulisannya tidak berkenan di hati
sebab saya masih belajar untuk menulis
[Reply]
iLLa Reply:
November 8th, 2009 at 8:14 pm
@dafh,
ga ada masalah koq. kita sama2 belajar menulis. Eh sayah suka blognyah.
sayah taroh linknya di blogroll saya yah :)
[Reply]
dafh Reply:
November 14th, 2009 at 12:27 pm
@iLLa, yup kita sama-sama belajar untuk mencari makna kehidupan. oya terima kasih atas tukar linknya. nanti akan saya buatkan room khusus untuk tukar link
:) mungkin perlu dirukyah
biar kagak lhat yg ndak2
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:18 pm
@raiderhost, takut mas kalau harus di rukyah
[Reply]
tidur aja. istirahat. biar gak lihat dunia beberapa hari. ha3.
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:19 pm
@haris, waduh kalau tidur terus anak istri di askih makan apa nich?
[Reply]
melihat, mendengar, dan merasakan..
itulah hidup..
jalanilah dengan menghadapi berbagai cobaan
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:21 pm
@annosmile, yup………..jalani hidup dengan melewati jalan yang lurus ya kang
[Reply]
tak silihi mataku
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:23 pm
@olip, wah matamu kan cahaya hidupku lip jadi matamu akan menerangi hariku
*digaplok erros*
[Reply]
wah kopi plus plus dan lainya yang ada plus plusnya pasti terasa mahal hehehe
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:24 pm
@genthokelir, itulah kenapa kopi secangkir kecil berharga mahal dan banyak yang suka pakde
[Reply]
banyak banyak refreshing biar tenang
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:24 pm
@andif, lagi banyak kerjaan dan tugas ni kang jadi belum sempat refreshing
terima kasih sarannya
[Reply]
Lha sampeyan ki ngopo e?
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:25 pm
@nahdhi, saya menuliskan uneg-uneg saya kang
[Reply]
cerita opo to kowe ki??
Nganggo kocomoto jaran wae..
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:26 pm
@ardian eko, saya cerita apa ya kang?
waduh kalau kacamata kuda kebesaran mas untuk mata dan kepala saya.
ada yang lebih kecil lagi mungkin?
[Reply]
siapkan saja tetes mata, mas dafhy, hehehe … biar pandangan mata lebih fresh, hehe … nek nyawang dosene ngrokok ben luwih cetha, keke ….
[Reply]
dafh Reply:
November 8th, 2009 at 5:29 pm
@sawali tuhusetya, saya phobia dengan tetes mata pak sawali, pernah tenggorokan 4 hari mati rasa gara-gara memakai tetes mata ketika sakit mata
[Reply]
@olip wah matamu kan cahaya hidupku lip
[Reply]
Mas, matane ojo dicongkeli.
eman-eman.
[Reply]
dafh Reply:
November 9th, 2009 at 5:49 pm
@Triunt, lha terus penake dikapakne?
[Reply]
wah malah matak2ne…
sori…gak nyadar mau…hehe
[Reply]
dafh Reply:
November 9th, 2009 at 5:49 pm
@Triunt, ya gak apa-apa mas
[Reply]
“Aku congkel mata kananku”, malih dadi Kapten Bajak Laut nuw..hahahahaa…
[Reply]
dafh Reply:
November 9th, 2009 at 5:51 pm
@wahyoe, ponorogo jauh dari laut ki mas
jadi bisane bajak sawah aja
[Reply]
wah… sungguh luar biasa kata-katanya menyentuh hati penuh emosi, keren…. pingin bisa nulis seperti ini
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:03 pm
@arifudin, hanya sebauh ungkapan (kata hati mas)
[Reply]
pengalaman pribadi bro?
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:03 pm
@fanz, ya begitulah sepertinya
[Reply]
Cerita keren luar biasa, memang benar dunia ini begitu banyak yang membuat mata ini sakit
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:04 pm
@sound isolation, dan semoga kita bisa memberikan perubahan pada semua itu
[Reply]
mata yang paling indah adalah MATAMU ! begitu kata TT DJ,
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:05 pm
@atmo, matanya siapa mas?
[Reply]
wah sajake lagi sutet alias tegangan tinggi alias banyak kerjaan yah..hehehe
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:06 pm
@nurrahman, hanya jenuh dengan keadaan yang hampir 3 tahun mengelilingi diri ini mas
[Reply]
Hidup di dunia memang begitu, apalagi di era globalisasi ini. Banyak keburukan tapi berbalut kebaikan.
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:08 pm
@Edi Psw, ya semuanya sepertinya baik om padahal busuk di dalamnya
[Reply]
Assalamu’alaikum,
Kalau kita memperdalam tauhid dan ketawakalan kita, InsyaAllah kita akan dapat melihat Allah dalam segala sesuatu yang kita lihat. Perbanyaklah sujud dan mendekatkan diri pada Alla, perbanyaklah membaca Al Quran serta puasa sunnah. (Dewi Yana)
[Reply]
Dewi Yana Reply:
November 10th, 2009 at 12:06 pm
@Dewi Yana, …….Perbanyaklah sujud dan mendekatkan diri pada Allah….. (maaf, salah ketik, kurang huruf)
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:09 pm
@Dewi Yana, terima kasih atas pencerahan yang sangat berguna ini mbak
akan saya coba realisasikannya ke dalam diri saya dan dalam keseharian saya
[Reply]
“caleg 13 kebalik” maksudnya?
nice post :)
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:10 pm
@Zico Alviandri, di tebak sendiri ya mas, di inget aja waktu pemilu kemaren
[Reply]
nek kesel nggowo diselehke dhisik mas
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:11 pm
@meylya, tak selehne nek pundakmu yo mbak
[Reply]
ya itulah hidup…
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:15 pm
@mase mungil, dan inilah kenyataan yang terjadi
[Reply]
Assalaamu’alaikum
Salam kenal Dahfy… Alhamdulillah dapat juga berkesempatan untuk berkunjung di blog Dahfy. Kisah di atas banyak pengajarannya walau ngeri dibaca. harap kita akn menghargai kurnia allah dengan mensyuluri apa yang ada pada kita. Salam mesra dari Malaysia.
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:17 pm
@Siti Fatimah Ahmad, wa’alaikum salam
salam kenal kembali mbak fatimah, merupakan suatu kehormatan bagi saya mendapatkan tamu dari negeri seberang. selamat datang di blog sederhana ini dan mohon maaf jika tulisannya kurang berkenan di hati mbak fatimah
[Reply]
postingan yg bagus dafh.. :)
[Reply]
dafh Reply:
November 13th, 2009 at 7:19 pm
@Menik, ah biasa saja bunda
welcome to my home bunda
[Reply]
biarkan mata itu tetap ada…
tapi biarkan Dia yang menjadi penglihatanmu…
[Reply]
dafh Reply:
November 14th, 2009 at 12:25 pm
@Love4Live, dan berilah cahaya dan pemandangan yang indah sehingga mata akan selalu berbinar
[Reply]
itu yg terjadi jika kita hanya melihat dgn satu mata…
jika mat hati ikut melihat akan terlihat betapa indahnya dunia ini…
semua yang ada hakikatnya adalah ciptaanNYA…
lihatlah setiap keburukan juga bagian dari ciptaanNYA
[Reply]
dafh Reply:
November 14th, 2009 at 12:30 pm
@itempoeti, terima kasih atas tambahan wawasannya mas
memang semua adalah ciptaan-Nya dan Dia selalu menciptakan semua hal berpasang-pasangan, namun jika salah satu pasangan berlebihan bukannya tidak baik ya mas?
[Reply]
kirain apaan..
[Reply]
dafh Reply:
November 15th, 2009 at 2:24 am
lha dikira apaan mas?
[Reply]
Selamat sore Dafhy, senang bisa mengunjungi blog nya yang bagus, Dafhy, disinilah pentingnya kita memahami kondisi masyarakat disamping terus mengasah diri untuk meningkatkan apa yang dapat kita kontribusikan untuk kemajuan rakyat. Walaupun dilakukan dengan bersusah payah, tetapi itu adalah ideal manusia yang peduli pada kondisi bangsa kita saat ini. Orang yang mau peduli dan mau kerja keras demi masyarakat. Kita harus merasa berdosa sekali jika pada saat ini tetap tidak mau mengubah paradigma itu hanya karena kita tidak mau susah. Selagi ada waktu berbuatlah yang bermanfaat untuk orang lain agar hidup ini menjadi bermakna. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
[Reply]
dafh Reply:
November 16th, 2009 at 10:59 am
@Agnes Sekar, selamat pagi mbak Agnes, manusia yang berguna adalah manusia yang peduli terhadap sesama, namun sayang mbak sepertinya pada zamana ini semuanya lebih mementingkan individu sehingga urusan orang lain bukanlah urusannya. hidup akan bermakna jika kita mampu berubah sesuatu menjadi lebih baik
[Reply]
jangan pernah bosan denga mata yang kamu miliki karena mata adalah anugerah yang terinda yang dimiliki oleh manusia.
[Reply]
dafh Reply:
November 16th, 2009 at 11:02 am
@hidayat, lebih tepatnya makana bosan akan mata dari tulisan di atas adalah bosan dengan pemandangan setiap hari yang dilihat oleh mata ini mbak
[Reply]
kalo gitu ganti melihatnya pakai mata hati Mas
[Reply]
dafh Reply:
November 16th, 2009 at 5:44 pm
@Chic, ide yang bagus mbak
[Reply]
wah ki bosan opo yow.
ki mencurigakan?
[Reply]
dafh Reply:
November 16th, 2009 at 5:44 pm
@hani, mencurigakan apanya ya mas?
[Reply]