Temanku Teroris? Sebuah Buku Karya Noor Huda Ismail

Teroris, kata itu sudah hampir dari 8 tahun ini melekat di negara Indonesia ini. Jaringan teroris yang selalu meneror manusia muncul bak rumput ilalang di musim hujan, tumbuh subur di mana saja. Mulai dari peristiwa bom bali 1  tahun 2002 yang mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Disusul bom bali 2 pada tahun 2005 dan terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Dan masih banyak catatan pengeboman lainnya yang disinyalir dilakukan para teroris itu.

Negara Indonesia langsung tercoreng namanya akibat kejadian itu, khususnya kepada Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki karena hampir dari semua teroris yang melakukan bom bunuh diri itu adalah alumni dari pnodok Al-Mukmin Ngruki. Salah satu contohnya adalah Amrozi cs, dan juga  Mubarok . Mereka adalah alumni jebolan dari pondok itu. Continue reading this post »

Belajar Menjadi Pendengar yang Baik

Seorang guru bahasa Indonesia saya di SMP dulu pernah mengatakan: “untuk menjadi pembicara yang baik, maka kita harus menjadi pendengar yang baik”.

Kalimat itu sepertinya sangat mudah dikerjakan, namun entah mengapa saya baru bisa melakukan seperti apa yang ada di kalimat itu setelah 6 tahun guru saya memberitahu itu. Dan kesadaran akan hal itu pun saya dapatkan dari teguran mas kika syafii sang empunya kika.web.id dan juga bos dari alurkria ketika berkunjung ke kota Ponorogo tercinta. Sebuah teguran yang membuat tidur saya tidak nyenyak dan juga makan saya tidak enak.

Untuk menjadi pembicara yang baik maka kita harus menjadi pendengar yang baik. Setelah saya meresapi kalimat ini, saya baru sadar bahwa selama ini saya sangatlah egois. Egois karena saya hanya ingin didengarkan ketika saya berbicara, menerangkan tugas dari dosen ataupun saat saya mengajar. Namun saya lupa bahwa saya sangat jarang sekali mendengarkan ketika orang lain berbicara. Lalu jika kelakuan saya yang tidak pernah menjadi pendengar yang baik, kapan saya akan menjadi pembicara yang baik? Continue reading this post »